Sejarah Singkat Devosi Hati Kudus Yesus

Devosi kepada Hati Kudus Yesus adalah devosi yang memfokuskan perhatian pada jantung secara fisik yang merupakan simbol cinta penebusan-Nya. Meskipun tradisi sering menempatkan awal praktek devosi pada tahun 1000, mungkin akan lebih akurat untuk menempatkan kelahirannya pada masa mistikus besar (St. Anselmus dan St. Bernardus) antara 1050 dan 1150. Di abad pertengahan, karena penekanan kuat pada Sengsara Tuhan kita, dan karena upaya St. Bonaventura dan St. Gertrude Agung, devosi ini menjadi populer sebagai sarana menyembah misteri Kristus, yang hidup di Gereja.

Devosi ini dipromosikan oleh para Kudus besar, termasuk St. Albertus Agung, St. Katarina dari Siena, St. Fransiskus de Sales, juga oleh ordo-ordo relijius besar, seperti Benediktin, Dominikan, dan Kartusian. Namun, harus dicatat bahwa Santa yang paling sering dikaitkan dengan devosi ini adalah St. Margareta Maria Alacoque (1647-1690). Setelah dia menerima Penampakkan Hati Kudus, yang menjadikan devosi ini populer, ia dicemooh oleh Ibu superior yang mengira dia berkhayal. Sang Santa menjadi sakit. Ibu superior memberitahu St. Margareta Maria bahwa dia akan percaya mukjizat penampakkan jika sang Santa disembuhkan. Dia dan St. Margareta mampu mempromosikan devosi ini dibawah bimbingan direktur spiritualnya, St. Claude Colombiere. Beberapa buku telah diterbitkan atas banyak surat menyuratnya, ucapan dan wahyu yang diberikan kepadanya oleh Tuhan kita.

Wahyu pribadinya mempromosikan pembentukan hari raya liturgi dan praktek mempersembahkan silih bagi penghinaan yang dilakukan terhadap Sakramen Mahakudus pada hari Jumat Pertama dan Janji Hati Kudus.

St. Alfonsus sangat dipengaruhi oleh St. Margareta Maria dalam devosinya sendiri kepada Hati Kudus.

Di zaman modern Paus Pius IX pada tahun 1856, mendidirikan Pesta Hati Kudus dan mendorong upaya Kerasulan Doa — sebuah persaudaraan umat Katolik yang mendorong kelompok-kelompok, keluarga, dan masyarakat untuk menguduskan diri mereka kepada Hati Kudus.. pada tahun 1928 Paus Pius XI menerbitkan ensiklik Miserentissimus Redemptor mengenai silih kepada Hati Kudus. Pada tahun 1956 Paus Pius XII menerbitkan ensikliknya Haurietis Aquas mengenai sifat devosi kepada Hati Kudus.

Devosi ini biasanya dilakukan dalam persiapan untuk Pesta Hati Kudus setelah Minggu Kedua setelah Pentakosta. Devosi ini juga dilakukan bersamaan dengan Jumat Pertama setiap bulan yang dijalankan secara tradisional di banyak paroki.


No photo  news327.jpg